The Secret of Dadap Hadiatno
Ini ngga’ ada hubungannya sama sekali dengan The Secret-nya Rhonda Byrne, melainkan pekerjaan rumah yang udah lama banget diberikan oleh Nitta, temanku belajar bisnis online, kepada 10 orang yang ditunjuk secara suka-suka. Kebetulan aku adalah salah satunya.
Garis besarnya, mereka yang mendapat tugas ini mesti bercerita 10 fakta dan/atau kebiasaan yang selama ini kemungkinan besar orang lain belum tahu tentang dirinya. Di paragraf terakhir, disebutkan tugas ini diestafetkan lagi ke 10 orang lain dan seterusnya.
Kita mulai aja menguak sedikit rahasia pribadiku yang selama ini mungkin hanya orang-orang terdekat yang tahu.
- Anak pertama dari enam bersaudara. Cuma dalam masalah jodoh adik-adikku sepertinya lebih gesit. Yang pertama menikah malah adik laki-lakiku nomer tiga, dan menyusul kemudian adikku perempuan nomer dua. Adik laki-lakiku nomer empat sebenarnya nyaris melangkahi juga, cuma mungkin dia kasihan dengan aku. Jadilah aku yang kejar tayang dan beruntung akhirnya masih ada yang mau dengan aku.
- Semuanya berawal dari karena aku yang seneng banget sekolah. Kuliahku S-1 di Universitas Brawijaya aja aku tempuh dalam waktu tujuh tahun. Hebat, ya? Itu pun nyaris drop out kalo ngga’ ada surat ultimatum yang dikirim oleh fakultas ke orangtuaku. Malunya itu, bo! Lulus sarjana, bokap nawarin ambil S-2 di MM Universitas Gadjah Mada di Jogjakarta. Berhubung waktu itu memang belum dapat kerjaan, jadilah aku kuliah kembali. Beruntung waktu studinya cuma tiga belas bulan, kalau ngga’ bisa-bisa tua cuma buat sekolah. Akhirnya, kecian deh gue, baru mulai berkarir di dunia kerja pas udah hampir berumur 30. Telat juga sebenarnya, tapi itulah jalur hidup yang memang dengan sadar aku pilih.
- Singkat cerita karirku berawal di Jakarta dengan diterimanya aku sebagai karyawan di sebuah bank swasta nasional. Di tengah kesibukan bekerja mulailah aku juga berburu pasangan hidup. Ternyata cari pendamping hidup di Jakarta ngga’ gampang. Barulah menjelang dibekukannya bank tempat aku bekerja, ada seorang gadis cantik yang bersedia membuka hati buat seorang karyawan yang sedang terancam di-PHK. Kalo dipikir-pikir kembali, koq bisa ya waktu menikah itu statusku sebenarnya jobless. Hanya karena komitmen dan keyakinan kuat bahwa Yang Maha Kuasa pasti membukakan jalan, aku berani mengambil keputusan untuk ‘get married’. FYI nih, umurku saat itu udah 36 tahun. Dan setelah tujuh tahun meniti bahtera rumah tangga barulah kami dikaruniai seorang puteri.
- Jogjakarta, tempat numpang lahir aja. Iya, soalnya umur setahun keluarga kami hijrah ke Pasuruan, Jawa Timur. Jadilah aku tumbuh sebagai ‘arek’ dan seringkali pula mengaku Arema hanya karena pernah menimba ilmu dari SMA hingga lulus kuliah di Malang.
- Sejak tinggal di Jakarta suka dikira orang Sunda. Entah kenapa, apa karena nama Dadap mirip-mirip nama Dadang … atau karena logatku yang fleksibel? Padahal waktu di Jawa Timur ngga’ ada sama sekali yang ‘nyangkain seperti itu.
- Kita beralih ke kebiasaan, ya. Aku kalo pas mudik ke Pasuruan pasti langsung ‘ngidam makanan favorit yang satu ini, kupang lontong di dekat Pasar Kraton. Kupang itu sejenis kerang remis kecil, diolahnya dengan direbus dan kemudian disiramkan di atas potongan lontong yang telah dilengkapi dengan petis udang sebagai penyedap. Makanan lain yang aku suka banget adalah gado-gado siram. Biasanya kalo lagi ke Malang pasti aku sempatkan makan. Dulu sih tempatnya di kawasan jalan Dr. Cipto kalo belum pindah.
- Di sisi lain, ada hidangan yang sama sekali aku ngga’ suka. Apa itu? Lidah sapi, dan susu sapi murni. Ngga’ tau kenapa, sampai sekarang aku ngga’ doyan keduanya. Yang kebayang pas ‘ngrasain itu rasanya mual dan eneg.
- Berbicara tentang hobi / kegemaran. Aku itu senengnya jalan-jalan (traveling). Kebiasaan ini udah dimulai sejak aku masih duduk di SMP. Setiap jadwal libur sekolah pasti aku manfaatkan buat berwisata. Sayangnya sejak jadi karyawan kesempatan untuk jalan-jalan jadi makin sedikit. Maklum jatah cuti tahunan terbatas sih.
- Ironisnya, sampai sekarang belum sekalipun aku berkesempatan untuk jalan-jalan ke luar negeri, walaupun hanya sekadar ke Singapura misalnya. Lagi-lagi malah adik-adikku yang udah duluan. Makanya, sekarang aku lagi afirmasi biar paling ngga’ sekali seumur hidup ada kesempatan buat traveling ke salah satu negeri jiran.
- Satu prestasi yang bisa aku banggakan mungkin cuma ini. Waktu kelas 6 SD di Pasuruan pernah diadakan pemilihan pelajar teladan tingkat kotamadya, dan oleh sekolah aku dikirim sebagai perwakilan. Hasilnya:

Oya, ini aturan mainnya:
- Each blogger must post these rules.
- Each blogger starts with ten random facts/habits about themselves.
- Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their ten things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose ten people to get tagged and list their names.
- Don’t forget to leave them a comment telling them they’ve been tagged and to read your blog.
Kalo ngga’ paham pakai aja translator-nya Google, kan udah ada yang versi Bahasa Indonesia.
Sebelum mengakhiri, di bawah ini adalah teman-teman online-ku yang beruntung untuk melanjutkan suksesi:
- Andrie
- Ummi-nya Daghfal
- Wulan
- Mama-nya Melva
- Meidialina
- Iin Roefliana
- Melina
- Bapa’e Gogo
- Ferri Yanto
- Nubargulbenkiana.
Silakan ditunaikan tugasnya, dan jangan lupa lapor, ya!
You’re currently reading “The Secret of Dadap Hadiatno”, an entry on dadaptree [dot] com
- Published:
- 12.17.08 / 4pm
- Category:
- Dear Friends, Internet Marketing NOT in Detail, Leaf of Life
- Tags:
- anak pertama, belajar bisnis online, dikira orang Sunda, gado-gado siram, Jakarta, jalan-jalan ke luar negeri, Jogjakarta, kupang lontong, Malang, MM Universitas Gadjah Mada, Pasuruan, pelajar teladan, Singapura, The Secret, Universitas Brawijaya
- Post Navigation:
- « Song of the Month (Part 2.)
Song of the Month (Part 3.) »




