<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>dadaptree [dot] com</title>
	<atom:link href="http://dadaptree.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dadaptree.com</link>
	<description>a cool site to shelter</description>
	<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 19:45:37 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Singapura, Aku Pernah ke Sana! (Bagian 3.)</title>
		<link>http://dadaptree.com/singapura-aku-pernah-ke-sana-bagian-3/</link>
		<comments>http://dadaptree.com/singapura-aku-pernah-ke-sana-bagian-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 19:31:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dadaptree</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Leaf of Life]]></category>

		<category><![CDATA[ClickBank]]></category>

		<category><![CDATA[IKEA]]></category>

		<category><![CDATA[Merlion Park]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dadaptree.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Konon negeri jiran ini enaknya buat jalan-jalan cukup 3 - 4 hari, paling lama sepekanlah. Kalo lebih dari itu &#8216;mbosenin, belum lagi mesti &#8216;nambah biaya akomodasi dan konsumsi. Andai pun ada tempat atau event yang belum sempat didatangi saat ini, toh bisa dijadwal ulang kapan-kapan. Kan ongkos pesawatnya juga ngga&#8217; mahal-mahal amat, asal beli tiketnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Konon negeri jiran ini enaknya buat jalan-jalan cukup 3 - 4 hari, paling lama sepekanlah. Kalo lebih dari itu &#8216;mbosenin, belum lagi mesti &#8216;nambah biaya akomodasi dan konsumsi. Andai pun ada tempat atau <em>event</em> yang belum sempat didatangi saat ini, toh bisa dijadwal ulang kapan-kapan. Kan ongkos pesawatnya juga ngga&#8217; mahal-mahal amat, asal beli tiketnya dari jauh-jauh hari. Jadi, teman-teman yang berencana jalan-jalan ke Singapura untuk pertama kalinya dalam waktu dekat ini udah mesti segera menyusun jadwal akan ke mana aja selama, misalnya 4 hari, di sana.<span id="more-26"></span></p>
<p>Nah, menyambung <a href="http://dadaptree.com/singapura-aku-pernah-ke-sana-bagian-2/" target="_blank">posting sebelumnya</a>, di hari ke-2 perjalanan pertama aku ke Singapura Melina dan DeGe &#8216;ngajakin ke perusahaan penyedia jasa pembuatan <em>virtual office</em>, dan kantornya berlokasi di Maxwell Road. Bertiga kami gunakan moda MRT dengan tujuan stasiun Tanjong Pagar sebagai lokasi terdekat dengan jalan tersebut. Tadinya aku belum &#8216;ngeh kenapa mereka di Singapura koq mainnya ke kantor. Ternyata bikin <em>virtual office</em> dengan alamat Singapura itu kaitannya dengan rencana <a href="http://mybluewinter.com/" target="_blank">Melina</a> dan DeGe buka <em>account</em> ClickBank karena Indonesia termasuk negara yang belum dibuka afiliasinya (<em>Update:</em> terhitung pertengahan Maret 2009 Indonesia udah masuk jaringan afiliasi ClickBank). Salah satu syarat bikin kantor maya tersebut mesti buka rekening di bank Singapura, dalam hal ini DBS. Kebetulan kantor DBS ngga&#8217; terlalu jauh dari situ, jadi kami jalan kaki. Selesai urusan dengan bank, kami bertiga menuju destinasi yang merupakan salah satu <em>landmark</em> Singapura, Merlion Park. Karena lokasinya dari gedung DBS ngga&#8217; terlalu jauh, kembali kami jalan kaki sambil menikmati suasana hari kerja menjelang saat makan siang.</p>
<p><a class="alignleft" href="http://dadaptree.com/images/dadaptree-SIN-Merlion.jpg" target="_blank"><img class="alignleft" style="border: 1px solid black; margin: 5px; float: left;" src="http://dadaptree.com/images/dadaptree-SIN-Merlion.jpg" alt="Merlion Park" width="200" height="150" /></a>Setiba di sana, ortu dan tantenya Melina plus mamanya DeGe udah pada berfoto-foto. Mereka pada ngga&#8217; mau kalah juga ama yang muda-muda. Udah pasti aku juga minta diambil gambar berlatar belakang patung Merlion dengan panorama gedung Esplanade seperti terlihat di foto samping ini. Kami tak berlama-lama di Merlion Park karena destinasi berikutnya lumayan jauh, IKEA Store at Tampines, sekalian makan siang. Para sesepuh berangkat duluan menggunakan taksi, sementara kami bertiga seperti biasa naik MRT. Lokasi IKEA Store sendiri rupanya ngga&#8217; berdekatan dengan stasiun MRT Tampines, makanya disediakan <em>shuttle bus</em> gratis sebagai <em>feeder</em>-nya. Sesampai di sana kami langsung menuju <em>food court</em> karena udah lapar banget. Selepas makan siang barulah kami &#8216;ngiderin toko. Keluarganya Melina udah niat banget &#8216;mborong rupanya, kelihatan dari isi keranjang belanjanya. Sementara aku cukup puas dengan melihat secara langsung produk yang tadinya cuma bisa dilihat dari <a href="http://ikea.com.sg/catalog/news_display.asp" target="_blank">katalog</a>.</p>
<p>Menjelang petang kami sampai di apartemen. Usai makan malam ala anak kos, kami kembali mengunjungi Mustafa Center buat cari oleh-oleh. Menyesuaikan dengan duit di dompet aku cuma beli beberapa batang coklat yang agak murah tapi ngga&#8217; ada di Jakarta. Malam itu aku pisah dari rombongan karena ada janji dengan kerabat yang udah beberapa tahun ini kerja di Singapura, untuk bermalam di apartemennya di daerah Simei. Setelah beberapa kali naik turun MRT jadinya lumayan hapal rute-rute kalo kita mau menuju suatu tempat. Makanya walaupun sendirian aku yakin aja bisa sampai ke tujuan. Perjalanan menuju stasiun Simei memang lancar, tapi selanjutnya mulai ada masalah. Ponsel kerabat yang akan kukunjungi jadi susah dihubungi melalui ponselku. Tanpa terasa waktu udah lewat tengah malam, dan mulai agak panik karena bisa aja malam itu jadi tunawisma di negeri jiran. Sampai akhirnya muncul ide menghubungi ponsel kerabatku itu pake telepon umum yang banyak tersedia di pelataran stasiun. Untungnya masih ada koin recehan, dan alhamdulillah &#8216;nyambung. Bisa ketemu juga akhirnya dengannya, dan yang terpenting ada tempat buat tidur gratis malam itu.</p>
<p>Sesuai rencana, paginya aku kembali ke Lucky Plaza dan berkemas-kemas untuk balik ke Indonesia. Sebelum meninggalkan apartemen, memanfaatkan sedikit waktu tersisa, kami window shopping ke toserba Takashimaya yang ada seberang jalan. Menurutku meskipun berlokasi di Orchard Road, pusat perbelanjaan tersebut biasa-biasa aja karena di Jakarta masih ada yang jauh lebih bagus. Merujuk jadwal ferry yang aku pakai buat &#8216;nyeberang ke Batam lebih awal daripada Melina cs., aku ijin duluan bertolak ke Harbour Front. Kesepakatannya kalo aku sampai Bandara Hang Nadim, Batam, kawan-kawan ini minta tolong titip nama-nama mereka waktu <em>check-in</em> karena memang penerbangan kami sama, AirAsia QZ7557. Singkat cerita, <em>bye-bye</em> Singapore n&#8217; tanpa kendala berarti aku udah sampai di Batam sekitar pukul 12 siang. Pas istirahat makan siang di satu gerai bakso Malang yang ada di Batam Center aku dapat kabar dari ayahnya Melina kalo ferry yang mereka pakai agak telat. Kejadian bener nih mesti mendahului ke bandara, padahal tadinya berharap bisa bareng naik taksinya biar hemat ongkos, hihihi. Udah &#8216;gitu kawan-kawan ini &#8216;nyampainya <em>on the last minute</em> menjelang <em>boarding</em>. Telat &#8216;dikit bisa-bisa ketinggalan pesawat. Masih teringat banget ekspresi buru-buru mereka saat lari-lari menuju meja <em>check-in</em>.</p>
<p>Alhamdulillah, akhirnya kami semua bisa bareng-bareng menuju Jakarta. Selama penerbangan itu aku sebenernya pengen banget tidur karena &#8216;ngantuk akibat sampai jam 3 dini hari masih &#8216;ngobrol dengan kerabat yang di Simei itu, tapi malah ngga&#8217; bisa. Akhirnya cuma merem-merem ayam sambil &#8216;mbayangin seandainya anak istri bareng-bareng ikutan jalan-jalan ke Singapura. Mudah-mudahan segera terwujud dalam waktu yang ngga&#8217; terlalu lama ya, teman-teman.</p>
<p>Satu catatan penutup berdasarkan pengalaman selama melakukan perjalanan di luar negeri, jangan mengaktifkan nomor ponsel kita di sana meskipun oleh operator dikasih fasilitas roaming. Kenapa? Mahal bo&#8217; &#8230; tagihan bulanan pascabayarku yang biasanya kurang dari 100 ribu rupiah, abis aku pakai komunikasi di Singapura melonjak jadi lebih dari 300 ribu rupiah. Sebagai saran mendingan kita beli nomor prabayar punya operator setempat, atau pakai telepon umum aja.</p>
<br/><a href="http://www.socialmarker.com/?link=http://dadaptree.com/singapura-aku-pernah-ke-sana-bagian-3/&title=Singapura%2C+Aku+Pernah+ke+Sana%21+%28Bagian+3.%29&text=Konon+negeri+jiran+ini+enaknya+buat+jalan-jalan+cukup+3+-+4+hari%2C+paling+lama+sepekanlah.+Kalo+lebih+dari+itu+%26%238216%3Bmbosenin%2C+belum+lagi+mesti+%26%238216%3Bnambah+biaya+akomodasi+dan+konsumsi.&tags=dengan%2C+singapura%2C+karena%2C+ngga%26%238217%3B%2C+melina%2C+sampai%2C+menuju%2C+siang%2C+malam%2C+mereka%2C+waktu%2C+makan" target="_blank"><img src= "http://www.socialmarker.com/bookmark.gif" border="0" /></a><noscript><a href="http://www.socialmarker.com" >Social Bookmarking</a></noscript>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dadaptree.com/singapura-aku-pernah-ke-sana-bagian-3/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Singapura, Aku Pernah ke Sana! (Bagian 2.)</title>
		<link>http://dadaptree.com/singapura-aku-pernah-ke-sana-bagian-2/</link>
		<comments>http://dadaptree.com/singapura-aku-pernah-ke-sana-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 18:17:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dadaptree</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Leaf of Life]]></category>

		<category><![CDATA[MRT]]></category>

		<category><![CDATA[Mustafa Center]]></category>

		<category><![CDATA[Orchard Road]]></category>

		<category><![CDATA[Song of the Sea]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dadaptree.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Menyambung bagian pertama dari kisah perjalanan pertamaku ke luar negeri, di Meeting Point-nya Harbour Front ketemu juga akhirnya dengan Melina. Koq? Iya, emang waktu beli tiket promo AirAsia itu dia juga termasuk yang ikutan kena provokasi. Cuma Melina penerbangannya lebih awal, berikut membawa rombongan ayah, ibu dan tantenya. Dari situ kami menyusul rombongan orang tua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menyambung <a href="http://dadaptree.com/singapura-aku-pernah-ke-sana-bagian-1/" target="_self">bagian pertama</a> dari kisah perjalanan pertamaku ke luar negeri, di Meeting Point-nya Harbour Front ketemu juga akhirnya dengan <a href="http://mybluewinter.com/" target="_blank">Melina</a>. Koq? Iya, emang waktu beli tiket promo AirAsia itu dia juga termasuk yang ikutan kena provokasi. Cuma Melina penerbangannya lebih awal, berikut membawa rombongan ayah, ibu dan tantenya. Dari situ kami menyusul rombongan orang tua Melina yang udah menunggu di Vivo City, mall besar dan megah yang terpadu dengan Harbour Front. Vivo City ini kalo dibandingkan dengan mall-nya Batam Center jauh banget bedanya. <span id="more-24"></span>Di sana juga udah menunggu teman online-ku asal Bandung, Darma Gunawan a.k.a. DeGe yang berangkat bareng mamanya. Setelah sejenak basa-basi berkenalan dengan para sesepuh, kami mengantar ayah, ibu dan tantenya Melina menunggu taksi karena mereka akan kembali duluan ke penginapan. Tinggallah kami berempat, aku, Melina, DeGe dan mamanya. Mestinya sesuai rencana awal jalan-jalan ke Singapura ada satu lagi teman online-ku yang lain yaitu Adryan. Sayangnya karena pas jam keberangkatan dia ketiduran jadinya batal pergi, padahal udah aku hubungi telepon selulernya berkali-kali tapi ngga&#8217; dijawab.</p>
<p>Berhubung aku belum makan malam, Melina &#8216;nawarin ke pujasera-nya Vivo City. Sesampainya di situ aku rada bingung juga mau makan apa saking begitu banyaknya pilihan. Melina langsung &#8216;ngasih arahan ke gerai yang memasang label &#8216;halal food&#8217; dan harganya agak murah. Ternyata ada menu yang &#8216;cuma&#8217; SGD 4.50 udah termasuk minum. Mbak pelayan di gerai makanan yang kubeli ternyata orang Jakarta juga meskipun logat bicaranya bergaya Melayu &#8230; ngga&#8217; usah repot-repot &#8216;ngomong Inggris jadinya. Begitu urusan perut kelar, kami langsung menuju stasiun MRT Harbour Front yang letaknya di basement mall.</p>
<p>Meskipun udah cukup malam ternyata stasiunnya masih rame juga dengan orang-orang yang pulang kerja kantoran, dan pergerakan mereka ngga&#8217; ada yang lelet. Enaknya transportasi di negara maju ini didukung dengan sistem tiket elektronik yang mesinnya tersedia cukup banyak dan pemindai <em>(scanner)</em> tiketnya jarang bermasalah. Kami juga ikut bergerak cepat, karena mesti mengejar kereta ke stasiun Orchard yang merupakan akses terdekat menuju Lucky Plaza. Kalo teman-teman sering &#8216;googling&#8217; pasti tau apartemen di atas plaza ini merupakan salah satu tempat yang direkomendasikan banyak pelancong Indonesia beranggaran terbatas. Tarif semalamnya SGD 30 per orang, karena kebetulan lagi &#8216;low season&#8217;. Para cowok &#8216;make satu kamar di lantai 30, sedangkan para ibu juga satu kamar tapi di lantai 13. Akhirnya bisa istirahat juga malam pertama di Singapura. Sebelum bobo&#8217; ayahnya Melina &#8216;ngasih tau kalo air kran di negeri jiran ini bisa diminum. Wah, asyik juga nih &#8216;nyobain pengalaman baru minum air kran tanpa perlu merebusnya terlebih dulu padahal rasanya sih biasa aja. Botol air kemasan yang nyaris kosong langsung aku penuhin buat persiapan jalan-jalan besoknya. Lumayan, ngga&#8217; perlu beli air botolan.</p>
<p>Seusai mandi pagi kami sarapan di lantai 13. Menunya nasi, mi instant yang dimasak para ibu di dapur, dan rendang bawaan dari Jakarta. Hehehe, namanya juga pengiritan, yang penting kenyang. Pilihan destinasi pertama kami adalah Bugis Street yang katanya &#8216;The Largest Street Shopping Location in Singapore&#8217;. Kami naik MRT dengan tujuan stasiun Bugis yang lokasinya ngga&#8217; jauh dari Bugis Street. Walaupun hanya selisih beberapa stasiun tapi ada acara pindah kereta di stasiun City Hall karena memang jalurnya beda. Sebenernya jalan-jalan ke Bugis Street banyakan cuci matanya aja karena setelah melihat cenderamata yang dijual di situ (T-shirt, gantungan kunci, korek api gas, magnet kulkas) kebanyakan udah punya, dapet dari dioleh-olehin teman yang sering ke Singapura. Akhirnya yang dibeli makanan juga, roti buat pengganjal perut sambil nongkrong di Bugis Junction &#8216;nonton orang lalu lalang.</p>
<p>Destinasi berikutnya sesuai hasil rembugan adalah pulau Sentosa, meskipun awalnya kami sempat agak ragu-ragu buat ke sana melihat mendung gelap yang sempat menggantung. Ternyata cuaca kembali bersahabat, dan beruntung selama tiga hari di Singapura ngga&#8217; ada hujan sama sekali padahal pada saat yang sama di Jakarta hujan setiap harinya. Dari info yang aku baca untuk menuju pulau Sentosa ada 3 moda transportasi yaitu monorel, bis, atau taksi. Kembali kami menggunakan MRT menuju Harbour Front, dan disambung dengan monorel dari Vivo City. Sebelum bertolak ke pulau kami sempatkan makan berat sekalian biar masih kenyang malamnya, lagi-lagi di pujasera-nya Vivo City. Nama makanan yang aku santap lupa tapi bentuknya serupa kwetiau komplet dengan sayur dan lauk udang, cumi dan sejenisnya. Karena porsinya gede kenyang juga jadinya.</p>
<p><a href="http://dadaptree.com/images/dadaptree-singapore-travel2.jpg" target="_blank"><img class="alignleft" style="border: 1px solid black; margin: 5px; float: left;" src="http://dadaptree.com/images/dadaptree-singapore-travel2.jpg" alt="Southernmost Point of Asia" width="200" height="150" /></a>Pulau Sentosa sebenarnya menyediakan banyak atraksi tapi kami sepakat nonton yang &#8216;murah meriah&#8217; yaitu Song of the Sea jam 6 petang. Karena &#8216;nyampe di sana belum terlalu sore kami sempatkan putar-putar pulau dulu. Secara umum pulau ini ngga&#8217; lebih istimewa daripada objek wisata serupa yang ada di negeri kita. Tapi namanya juga jual jasa, ada aja keunikan yang ditonjolkan seperti teman-teman bisa lihat dari gambar sebelah ini. Satu jam sebelum pertunjukan Song of the Sea kami udah bersiap-siap di lokasi. Meskipun bukan &#8216;peak season&#8217; yang berminat menyaksikannya banyak juga, tecermin dari panjangnya antrian. Seperti apa Song of the Sea bisa dibaca di <a href="http://www.rorablitz.com/singapura-adalah-negara-pertama-perjalanan-impianku/" target="_blank">blog-nya Aurora</a> yang menghebohkan itu.</p>
<p>Sementara itu &#8216;kali karena udah cukup capek usai dari pulau Sentosa para sesepuh pengennya langsung istirahat dan balik ke apartemen. Aku bertiga Melina dan DeGe sendiri ngga&#8217; langsung pulang ke penginapan. DeGe &#8216;ngajak kami ke Mustafa Center, pusat belanja yang konon ngga&#8217; pernah libur. Ternyata bener juga, Mustafa Center ini buka 24 jam tiap hari. Barang-barang yang dijajakan bisa dibilang amat komplet, mulai dari kebutuhan sehari-hari sampai peralatan elektronik ada. Kalo liat harganya secara sepintas ngga&#8217; lebih murah daripada di Jakarta. Karena kaki belum berasa gempor, kami bertiga menutup perjalanan malam hari itu dengan menyusuri Orchard Road sebelum kami bener-bener <a href="http://dadaptree.com/images/dadaptree-singapore-travel3.jpg" target="_blank"><img class="alignleft" style="border: 1px solid black; margin: 5px; float: left;" src="http://dadaptree.com/images/dadaptree-singapore-travel3.jpg" alt="Singapore Visitors Centre" width="200" height="150" /></a>beristirahat. Ini gambar yang diambil oleh DeGe di depan Singapore Visitors Centre @ Orchard. Omong-omong posting ini masih bersambung &#8230; jadi jangan lewatkan Bagian 3.-nya, ya!</p>
<br/><a href="http://www.socialmarker.com/?link=http://dadaptree.com/singapura-aku-pernah-ke-sana-bagian-2/&title=Singapura%2C+Aku+Pernah+ke+Sana%21+%28Bagian+2.%29&text=Menyambung+bagian+pertama+dari+kisah+perjalanan+pertamaku+ke+luar+negeri%2C+di+Meeting+Point-nya+Harbour+Front+ketemu+juga+akhirnya+dengan+Melina.+Koq%3F&tags=the+sea%2C+pulau+sentosa%2C+dengan%2C+ngga%26%238217%3B%2C+karena%2C+melina%2C+pulau%2C+bugis%2C+langsung%2C+ternyata" target="_blank"><img src= "http://www.socialmarker.com/bookmark.gif" border="0" /></a><noscript><a href="http://www.socialmarker.com" >Social Bookmarking</a></noscript>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dadaptree.com/singapura-aku-pernah-ke-sana-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Singapura, Aku Pernah ke Sana! (Bagian 1.)</title>
		<link>http://dadaptree.com/singapura-aku-pernah-ke-sana-bagian-1/</link>
		<comments>http://dadaptree.com/singapura-aku-pernah-ke-sana-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 18:33:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dadaptree</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Leaf of Life]]></category>

		<category><![CDATA[AirAsia]]></category>

		<category><![CDATA[Batam]]></category>

		<category><![CDATA[bebas fiskal]]></category>

		<category><![CDATA[dadap]]></category>

		<category><![CDATA[NPWP]]></category>

		<category><![CDATA[paspor]]></category>

		<category><![CDATA[Singapura]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dadaptree.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Hehehe, katrok ya &#8230;? Bagi mereka yang sering bepergian ke luar negeri, jalan-jalan ke pulau yang dulunya bernama Temasek ini mungkin bukan sesuatu yang luar biasa, dan posting ini ngga&#8217; terlalu penting buat dibaca. Tapi bagi seorang Dadap pencapaian ini bisa menjadi afirmasi bahwa kalau kita sungguh-sungguh mengejar impian kita, apapun itu, pasti akan terwujud. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hehehe, katrok ya &#8230;? Bagi mereka yang sering bepergian ke luar negeri, jalan-jalan ke pulau yang dulunya bernama Temasek ini mungkin bukan sesuatu yang luar biasa, dan posting ini ngga&#8217; terlalu penting buat dibaca. Tapi bagi seorang Dadap pencapaian ini bisa menjadi afirmasi bahwa kalau kita sungguh-sungguh mengejar impian kita, apapun itu, pasti akan terwujud. Ini sekaligus merevisi poin nomor 9 dari <a href="http://dadaptree.com/the-secret-of-dadap-hadiatno/" target="_blank">posting terdahulu</a>. Omong-omong perjalanan ini memang udah direncanakan sejak tahun lalu, lho. Jadi bukan karena aku panas dengan <a href="http://www.rorablitz.com/singapura-adalah-negara-pertama-perjalanan-impianku/" target="_blank">Aurora</a>, salah seorang teman online-ku belajar internet marketing.</p>
<p><span id="more-22"></span>Diawali dengan ngobrol-ngobrol di Yahoo! Conference sekitar April 2008, ada <a title="Petronariva Sinjal" href="http://www.rivabiz.com/" target="_blank">teman dari Makassar</a> yang berbagi informasi tentang promo kursi gratis dari AirAsia. Memang kursinya cuma-cuma, tapi biaya administrasinya tetep bayar meskipun bisa dibilang masih lumayan murah, kurang dari Rp400ribu return. Ngga&#8217; tau siapa yang mulai memprovokasi, akhirnya aku beli tiket Jakarta - Batam p.p. untuk keberangkatan 12 Januari 2009 dan kembali 15 Januari 2009. Lho koq ke Batam? Iya, Batam cuma buat transit aja sebelum &#8216;nyeberang ke Singapura lewat jalur laut. Ceritanya sih waktu itu buat menghemat ongkos fiskal luar negeri yang bisa cuma setengahnya daripada kalo pake pesawat langsung ke Singapura. Eh, menjelang akhir 2008 ada perubahan kebijakan perpajakan dari pemerintah yang membebaskan fiskal bagi pemilik NPWP dan berlaku per 1 Januari 2009.</p>
<p>Kalo dipikir-pikir kebetulan banget timing-nya. Tanpa pikir panjang aku segera mengurus pembuatan NPWP pribadi, dan 17 Desember-nya ke Kantor Pelayanan Pajak di daerah Pondok Pinang. Pada hari itu masih belum terlalu banyak orang yang mengurus permohonan NPWP baru. Makanya ngga&#8217; sampai satu jam kartu NPWP pun udah jadi. Berasa jadi orang bijak, deh. Paspor, dokumen utama untuk pergi luar negeri juga aku urus dua pekan sebelumnya. Karena berkas persyaratannya udah aku persiapkan terlebih dahulu, proses pembuatannya relatif cepat walaupun harus mengikuti prosedur dan tarifnya resmi.</p>
<p>Sehari sebelum berangkat, aku sempat chatting dulu dengan <a href="http://mybluewinter.com/" target="_blank">Melina</a> yang pernah sekolah di Singapura &#8216;nanya-nanya persiapan traveling, khususnya anggaran supaya bisa hemat. Maklumlah, dana yang tersedia terbatas dan mesti dihitung dengan rinci setiap dolar Singapura bakal pengeluaran di sana kalo dikurs dalam rupiah. Singkat cerita, 12 Januari tengah hari dengan menenteng satu travel bag ukuran tanggung plus ransel aku mulai perjalanan menuju bandar udara Soekarno-Hatta menggunakan bis DAMRI dari Blok M diiringi hujan lebat dan sempat membuatku khawatir dengan kondisi cuaca saat berangkat ke Batam. Alhamdulillah sesampainya di bandara hujan tinggal rintik-rintik. Tepat jam 3 sore AirAsia QZ7556 yang kunaiki pun tinggal landas. Sesuai namanya, low cost carrier, di penerbangan selama 1,5 jam ini ngga&#8217; ada yang namanya dapat makan/minum karena dijual tersendiri. Makanya sebelum terbang udah aku isi perut dulu dengan makan siang cukup banyak, tapi juga tetap bawa bekal roti manis dan air minum dalam kemasan (merk-nya ngga&#8217; perlu disebut, ya &#8230;) buat jaga-jaga.</p>
<p>Setiba di Hang Nadim, bandara-nya Batam, sesuai arahan Melina kalo mau &#8216;nyeberang ke Singapura pake ferry Penguin langsung aja naik taksi dan minta pengemudinya mengarah ke Batam Center. Tarifnya udah dipatok sekali jalan 70 ribu rupiah, relatif mahal juga kalo sendirian, padahal perjalanannya cuma sekitar 20 menit. Nah, waktu mau beli tiket ferry tercantum tarifnya SGD (Singapore Dollar) 17, jadi SGD 34 buat pergi pulang. Port tax-nya sendiri SGD 6. Udah berasa di luar negeri aja bayar pake dolar. Sebelum beli tiket ternyata mesti urusan ama imigrasi dulu. Di sini kartu NPWP &#8216;nunjukin kesaktiannya buat bebas fiskal. Proses di imigrasi ngga&#8217; terlalu lama karena fotokopi kartu NPWP dan paspor udah aku siapin sejak dari Jakarta.</p>
<p><a title="Dokumen Perjalanan ke Singapura" href="http://dadaptree.com/images/dadaptree-singapore-travel-.jpg" target="_blank"><img class="alignleft" style="float: left; margin-left: 10px; margin-right: 10px;" src="http://dadaptree.com/images/dadaptree-singapore-travel-.jpg" alt="Singapore Travel Documents" width="250" height="192" /></a>Setelah sempat menunggu sekitar 30 menit buat boarding, akhirnya menjelang matahari tenggelam penumpang ferry dipersilakan masuk. Beberapa penumpang ferry kelihatannya, dari aksen bicaranya, adalah warga Singapura yang akan kembali ke negaranya sehabis liburan di Batam. Tak berapa lama ferry pun bertolak. &#8220;Here I come, Singapore!&#8221; kataku dalam hati, hihihi, malu kalo kelihatan &#8216;ndeso-nya. Lama penyeberangan sekitar 1 jam sempat aku gunakan buat tidur sejenak. Saat terbangun terlihat dari jendela ferry pemandangan lampu-lampu di kejauhan. Aku pikir udah mau sampai, ternyata itu baru setengah perjalanan. Rupanya pelabuhan tujuan, Harbour Front, berada di sisi lain dari daratan Singapura.</p>
<p>Sekitar pukul 8 malam waktu setempat, ferry merapat di dermaga Harbour Front. Akhirnya, kesampaian juga nih jalan-jalan ke luar negeri. Begitu menginjakkan kaki di daratan langsung disambut petugas imigrasi yang udah menunggu dengan senyum manisnya, iya soalnya perempuan keling etnis India, di pos pemeriksaan. Sebelum men-stempel pasporku sempat ditanya-tanya dulu untuk apa ke Singapura, berapa lama, tinggal di mana. Beres dengan imigrasi aku mulai celingak-celinguk mencari seseorang yang berjanji akan menemui di meeting point-nya Harbour Front. Mau tau? Simak lanjutan dari kisah ini di <a href="http://dadaptree.com/singapura-aku-pernah-ke-sana-bagian-2/" target="_self">posting berikut</a>.</p>
<br/><a href="http://www.socialmarker.com/?link=http://dadaptree.com/singapura-aku-pernah-ke-sana-bagian-1/&title=Singapura%2C+Aku+Pernah+ke+Sana%21+%28Bagian+1.%29&text=Hehehe%2C+katrok+ya+%26%238230%3B%3F+Bagi+mereka+yang+sering+bepergian+ke+luar+negeri%2C+jalan-jalan+ke+pulau+yang+dulunya+bernama+Temasek+ini+mungkin+bukan+sesuatu+yang+luar+biasa%2C+dan+posting+ini+ngga%26%238217%3B...&tags=luar+negeri%2C+januari+2009%2C+dengan%2C+singapura%2C+ferry%2C+batam%2C+ngga%26%238217%3B%2C+sempat%2C+sekitar%2C+sebelum" target="_blank"><img src= "http://www.socialmarker.com/bookmark.gif" border="0" /></a><noscript><a href="http://www.socialmarker.com" >Social Bookmarking</a></noscript>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dadaptree.com/singapura-aku-pernah-ke-sana-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Song of the Month (Part 3.)</title>
		<link>http://dadaptree.com/song-of-the-month-part-3/</link>
		<comments>http://dadaptree.com/song-of-the-month-part-3/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 10:30:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dadaptree</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[The Musical Box]]></category>

		<category><![CDATA[Bohemian Rhapsody]]></category>

		<category><![CDATA[Queen]]></category>

		<category><![CDATA[Somebody to Love]]></category>

		<category><![CDATA[Song of the Month]]></category>

		<category><![CDATA[We are the Champions]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dadaptree.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[One of the most successful rock bands through its influential and popular acts is Queen. Some facts I quote from Wikipedia such as:

one of the world&#8217;s best selling music artists from their record sales which have been estimated at over 300 million worldwide;
the only band group that each member has composed more than one chart-topping [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>One of the most successful rock bands through its influential and popular acts is <strong>Queen</strong>. Some facts I quote from Wikipedia such as:</p>
<ul>
<li>one of the world&#8217;s best selling music artists from their record sales which have been estimated at over 300 million worldwide;</li>
<li>the only band group that each member has composed more than one chart-topping single;</li>
</ul>
<ul>
<li> Queen&#8217;s Greatest Hits I &amp; II was the most downloaded album on iTunes in the United States on January 2007.<span id="more-16"></span></li>
</ul>
<p>The band itself is noted for their musical diversity, vocal harmonies, breathtaking  arrangements, and incorporation of audience participation on their live performances. People knows <strong>Bohemian Rhapsody</strong> and <strong>We are the Champions</strong> very well as two of many Queen&#8217;s great songs. This month I prefer to present another exceptional composition, namely <strong>Somebody to Love</strong>.</p>
<p style="visibility:visible;"><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="423" height="423" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="name" value="myflashfetish" /><param name="flashvars" value="mycolor=C78E32&amp;mycolor2=E0D0B6&amp;mycolor3=1F1505&amp;autoplay=true&amp;rand=false&amp;f=&amp;vol=100&amp;pat=0&amp;grad=true" /><param name="src" value="http://assets.myflashfetish.com/swf/video/photo.swf?myid=508136&amp;path=2009/01/30" /><param name="wmode" value="transparent" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="423" height="423" src="http://assets.myflashfetish.com/swf/video/photo.swf?myid=508136&amp;path=2009/01/30" wmode="transparent" flashvars="mycolor=C78E32&amp;mycolor2=E0D0B6&amp;mycolor3=1F1505&amp;autoplay=true&amp;rand=false&amp;f=&amp;vol=100&amp;pat=0&amp;grad=true" name="myflashfetish"></embed></object></p>
<p><img style="visibility:hidden;width:0px;height:0px;" src="http://counters.gigya.com/wildfire/IMP/CXNID=2000002.0NXC/bT*xJmx*PTEyMzQ*NjQ5MzAzNDMmcHQ9MTIzNDQ2NTM1NzU5MyZwPTE4MDMxJmQ9Jmc9MSZ*PSZvPWNmMTY5MjFkOGI5ZjQ4ZTU4OGNhZjFmZDI4ZmUwOTM4.gif" border="0" alt="" width="0" height="0" /><br />
Members of Queen, Freddie Mercury, Brian May and Roger Taylor multitracked their voices to create the impression of a 100-voice gospel choir in this rock ballad. The lyrics of <strong>Somebody to Love</strong> tell about faith, desperation and soul-searching; the singer questions both the lack of love experienced in his life and the role and existence of God.</p>
<br/><a href="http://www.socialmarker.com/?link=http://dadaptree.com/song-of-the-month-part-3/&title=Song+of+the+Month+%28Part+3.%29&text=One+of+the+most+successful+rock+bands+through+its+influential+and+popular+acts+is+Queen.+Some+facts+I+quote+from+Wikipedia+such+as%3A++one+of+the+world%26%238217%3Bs+best+selling+music+artists+from+their...&tags=" target="_blank"><img src= "http://www.socialmarker.com/bookmark.gif" border="0" /></a><noscript><a href="http://www.socialmarker.com" >Social Bookmarking</a></noscript>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dadaptree.com/song-of-the-month-part-3/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>The Secret of Dadap Hadiatno</title>
		<link>http://dadaptree.com/the-secret-of-dadap-hadiatno/</link>
		<comments>http://dadaptree.com/the-secret-of-dadap-hadiatno/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 09:15:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dadaptree</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Dear Friends]]></category>

		<category><![CDATA[Internet Marketing NOT in Detail]]></category>

		<category><![CDATA[Leaf of Life]]></category>

		<category><![CDATA[anak pertama]]></category>

		<category><![CDATA[belajar bisnis online]]></category>

		<category><![CDATA[dikira orang Sunda]]></category>

		<category><![CDATA[gado-gado siram]]></category>

		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>

		<category><![CDATA[jalan-jalan ke luar negeri]]></category>

		<category><![CDATA[Jogjakarta]]></category>

		<category><![CDATA[kupang lontong]]></category>

		<category><![CDATA[Malang]]></category>

		<category><![CDATA[MM Universitas Gadjah Mada]]></category>

		<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>

		<category><![CDATA[pelajar teladan]]></category>

		<category><![CDATA[Singapura]]></category>

		<category><![CDATA[The Secret]]></category>

		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dadaptree.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Ini ngga&#8217; ada hubungannya sama sekali dengan The Secret-nya Rhonda Byrne, melainkan pekerjaan rumah yang udah lama banget diberikan oleh Nitta, temanku belajar bisnis online, kepada 10 orang yang ditunjuk secara suka-suka. Kebetulan aku adalah salah satunya.
Garis besarnya, mereka yang mendapat tugas ini mesti bercerita 10 fakta dan/atau kebiasaan yang selama ini kemungkinan besar orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini ngga&#8217; ada hubungannya sama sekali dengan <strong>The Secret</strong>-nya Rhonda Byrne, melainkan pekerjaan rumah yang udah lama banget diberikan oleh <a href="http://nittaprasetya.com" target="_blank">Nitta</a>, temanku <a href="http://milikibisnissendiri.info" target="_blank">belajar bisnis online</a>, kepada 10 orang yang ditunjuk secara suka-suka. Kebetulan aku adalah salah satunya.</p>
<p>Garis besarnya, mereka yang mendapat tugas ini mesti bercerita 10 fakta dan/atau kebiasaan yang selama ini kemungkinan besar orang lain belum tahu tentang dirinya. Di paragraf terakhir, disebutkan tugas ini diestafetkan lagi ke 10 orang lain dan seterusnya.<span id="more-15"></span></p>
<p>Kita mulai aja menguak sedikit rahasia pribadiku yang selama ini mungkin hanya orang-orang terdekat yang tahu.</p>
<ol>
<li><strong>Anak pertama</strong> dari enam bersaudara. Cuma dalam masalah jodoh adik-adikku sepertinya lebih gesit. Yang pertama menikah malah adik laki-lakiku nomer tiga, dan menyusul kemudian adikku perempuan nomer dua. Adik laki-lakiku nomer empat sebenarnya nyaris melangkahi juga, cuma mungkin dia kasihan dengan aku. Jadilah aku yang kejar tayang dan beruntung akhirnya masih ada yang mau dengan <a href="http://dadaptree.com/about/" target="_blank">aku</a>.</li>
<li>Semuanya berawal dari karena aku yang seneng banget sekolah. Kuliahku S-1 di <strong>Universitas Brawijaya</strong> aja aku tempuh dalam waktu tujuh tahun. Hebat, ya? Itu pun nyaris <em>drop out</em> kalo ngga&#8217; ada surat ultimatum yang dikirim oleh fakultas ke orangtuaku. Malunya itu, bo! Lulus sarjana, bokap nawarin ambil S-2 di <strong>MM Universitas Gadjah Mada</strong> di Jogjakarta. Berhubung waktu itu memang belum dapat kerjaan, jadilah aku kuliah kembali. Beruntung waktu studinya cuma tiga belas bulan, kalau ngga&#8217; bisa-bisa tua cuma buat sekolah. Akhirnya, <em>kecian deh gue</em>, baru mulai berkarir di dunia kerja pas udah hampir berumur 30. Telat juga sebenarnya, tapi itulah jalur hidup yang memang dengan sadar aku pilih.</li>
<li>Singkat cerita karirku berawal di <strong>Jakarta</strong> dengan diterimanya aku sebagai karyawan di sebuah bank swasta nasional. Di tengah kesibukan bekerja mulailah aku juga berburu pasangan hidup. Ternyata cari pendamping hidup di Jakarta ngga&#8217; gampang. Barulah menjelang dibekukannya bank tempat aku bekerja, ada seorang gadis cantik yang bersedia membuka hati buat seorang karyawan yang sedang terancam di-PHK. Kalo dipikir-pikir kembali, koq bisa ya waktu menikah itu statusku sebenarnya <em>jobless</em>. Hanya karena komitmen dan keyakinan kuat bahwa Yang Maha Kuasa pasti membukakan jalan, aku berani mengambil keputusan untuk &#8216;get married&#8217;. FYI nih, umurku saat itu udah 36 tahun. Dan setelah tujuh tahun meniti bahtera rumah tangga barulah kami dikaruniai seorang puteri.</li>
<li><strong>Jogjakarta</strong>, tempat numpang lahir aja. Iya, soalnya umur setahun keluarga kami hijrah ke <strong>Pasuruan</strong>, Jawa Timur. Jadilah aku tumbuh sebagai &#8216;arek&#8217; dan seringkali pula mengaku Arema hanya karena pernah menimba ilmu dari SMA hingga lulus kuliah di <strong>Malang</strong>.</li>
<li>Sejak tinggal di Jakarta suka <strong>dikira orang Sunda</strong>. Entah kenapa, apa karena nama Dadap mirip-mirip nama Dadang &#8230; atau karena logatku yang fleksibel? Padahal waktu di Jawa Timur ngga&#8217; ada sama sekali yang &#8216;nyangkain seperti itu.</li>
<li>Kita beralih ke kebiasaan, ya. Aku kalo pas mudik ke Pasuruan pasti langsung &#8216;ngidam makanan favorit yang satu ini, <strong>kupang lontong</strong> di dekat Pasar Kraton. Kupang itu sejenis kerang remis kecil, diolahnya dengan direbus dan kemudian disiramkan di atas potongan lontong yang telah dilengkapi dengan petis udang sebagai penyedap. Makanan lain yang aku suka banget adalah <strong>gado-gado siram</strong>. Biasanya kalo lagi ke Malang pasti aku sempatkan makan. Dulu sih tempatnya di kawasan jalan Dr. Cipto kalo belum pindah.</li>
<li>Di sisi lain, ada hidangan yang sama sekali aku ngga&#8217; suka. Apa itu? Lidah sapi, dan susu sapi murni. Ngga&#8217; tau kenapa, sampai sekarang aku ngga&#8217; doyan keduanya. Yang kebayang pas &#8216;ngrasain itu rasanya mual dan eneg.</li>
<li>Berbicara tentang hobi / kegemaran. Aku itu senengnya jalan-jalan <em>(traveling)</em>. Kebiasaan ini udah dimulai sejak aku masih duduk di SMP. Setiap jadwal libur sekolah pasti aku manfaatkan buat berwisata. Sayangnya sejak jadi karyawan kesempatan untuk jalan-jalan jadi makin sedikit. Maklum jatah cuti tahunan terbatas sih.</li>
<li>Ironisnya, sampai sekarang belum sekalipun aku berkesempatan untuk <strong>jalan-jalan ke luar negeri</strong>, walaupun hanya sekadar ke <strong>Singapura</strong> misalnya. Lagi-lagi malah adik-adikku yang udah duluan. Makanya, sekarang aku lagi afirmasi biar paling ngga&#8217; sekali seumur hidup ada kesempatan buat <em>traveling</em> ke salah satu negeri jiran.</li>
<li>Satu prestasi yang bisa aku banggakan mungkin cuma ini. Waktu kelas 6 SD di Pasuruan pernah diadakan pemilihan <strong>pelajar teladan</strong> tingkat kotamadya, dan oleh sekolah aku dikirim sebagai perwakilan. Hasilnya:</li>
</ol>
<p style="text-align: center;"><img class="center align aligncenter" src="http://dadaptree.com/images/Dadap-Pelajar-Teladan-SD.jpg" alt="Dadap - Piagam Pelajar Teladan SD" width="325" height="329" /></p>
<p>Oya, ini aturan mainnya:</p>
<blockquote>
<ul>
<li><em>Each blogger must post these rules</em><em>.</em></li>
<li><em>Each blogger starts with ten random facts/habits about themselves.</em></li>
<li><em>Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their ten things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose ten people to get tagged and list their names.</em></li>
<li><em>Don’t forget to leave them a comment telling them they’ve been tagged and to read your blog.</em></li>
</ul>
</blockquote>
<p>Kalo ngga&#8217; paham pakai aja <a href="http://translate.google.co.id/" target="_blank">translator-nya Google</a>, kan udah ada yang versi Bahasa Indonesia.</p>
<p>Sebelum mengakhiri, di bawah ini adalah <a href="http://asianbraincommunity.com/" target="_blank">teman-teman <em>online</em>-ku</a> yang beruntung untuk melanjutkan suksesi:</p>
<ul>
<li><a href="http://balikubiru.balikeya.com" target="_blank">Andrie</a></li>
<li> <a href="http://mufatiroh.com" target="_blank">Ummi-nya Daghfal</a></li>
<li> <a href="http://wulansparks.com" target="_blank">Wulan</a></li>
<li> <a href="http://purwatiutami.com" target="_blank">Mama-nya Melva</a></li>
<li> <a href="http://kafesantai.com" target="_blank">Meidialina</a></li>
<li> <a href="http://daraminang.com" target="_blank">Iin Roefliana</a></li>
<li> <a href="http://mybluewinter.com" target="_blank">Melina</a></li>
<li> <a href="http://bernard-notes.com" target="_blank">Bapa&#8217;e Gogo</a></li>
<li> <a href="http://m4s73r.com" target="_blank">Ferri Yanto</a></li>
<li> <a href="http://ceritaonlineku.com" target="_blank">Nubargulbenkiana</a>.</li>
</ul>
<p>Silakan ditunaikan tugasnya, dan jangan lupa lapor, ya!</p>
<br/><a href="http://www.socialmarker.com/?link=http://dadaptree.com/the-secret-of-dadap-hadiatno/&title=The+Secret+of+Dadap+Hadiatno&text=Ini+ngga%26%238217%3B+ada+hubungannya+sama+sekali+dengan+The+Secret-nya+Rhonda+Byrne%2C+melainkan+pekerjaan+rumah+yang+udah+lama+banget+diberikan+oleh+Nitta%2C+temanku+belajar+bisnis+online%2C+kepada+10+orang...&tags=ngga%26%238217%3B%2C+dengan%2C+waktu%2C+karena" target="_blank"><img src= "http://www.socialmarker.com/bookmark.gif" border="0" /></a><noscript><a href="http://www.socialmarker.com" >Social Bookmarking</a></noscript>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dadaptree.com/the-secret-of-dadap-hadiatno/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Song of the Month (Part 2.)</title>
		<link>http://dadaptree.com/song-of-the-month-part-2/</link>
		<comments>http://dadaptree.com/song-of-the-month-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 09:10:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dadaptree</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Leaf of Life]]></category>

		<category><![CDATA[The Musical Box]]></category>

		<category><![CDATA[Guns N' Roses]]></category>

		<category><![CDATA[MTV]]></category>

		<category><![CDATA[November Rain]]></category>

		<category><![CDATA[Song of the Month]]></category>

		<category><![CDATA[YouTube]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dadaptree.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[What the first thing do you remember about the 11th month of a year? Some say Sweet November, a romantic drama movie starred by Keanu Reeves and Charlize Theron. Some other say November Rain, a phenomenal song performed by Guns N&#8217; Roses.
Related to the wet season, I choose the epic rock ballad November Rain as [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>What the first thing do you remember about the 11<sup>th</sup> month of a year? Some say Sweet November, a romantic drama movie starred by Keanu Reeves and Charlize Theron. Some other say <strong>November Rain</strong>, a phenomenal song performed by <strong>Guns N&#8217; Roses</strong>.</p>
<p>Related to the wet season, I choose the epic rock ballad November Rain as an essay to be discussed. This composition is recognized as one of <a href="http://www.geffen.com/gunsnroses" target="_blank">Guns N&#8217; Roses</a> longest songs ever recorded. Its music video was released in 1992, quickly became the most requested video and won Video Music Award for Best Cinematography on <strong>MTV</strong>. Also according to Wikipedia, as of November 2008 it has more than 26 million views on <strong>YouTube</strong>. What does November Rain video really look like?</p>
<p><span id="more-14"></span></p>
<p style="visibility:visible;"><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="260" height="340" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="name" value="myflashfetish" /><param name="align" value="middle" /><param name="flashvars" value="mycolor=DB5B01&amp;mycolor2=D92401&amp;mycolor3=12100A&amp;autoplay=false&amp;rand=false&amp;f=&amp;vol=100" /><param name="src" value="http://assets.myflashfetish.com/swf/video/mff-pod.swf?myid=310920&amp;path=2008/11/23" /><param name="wmode" value="transparent" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="260" height="340" src="http://assets.myflashfetish.com/swf/video/mff-pod.swf?myid=310920&amp;path=2008/11/23" wmode="transparent" flashvars="mycolor=DB5B01&amp;mycolor2=D92401&amp;mycolor3=12100A&amp;autoplay=false&amp;rand=false&amp;f=&amp;vol=100" align="middle" name="myflashfetish"></embed></object></p>
<p><img style="visibility:hidden;width:0px;height:0px;" src="http://counters.gigya.com/wildfire/IMP/CXNID=2000002.0NXC/bT*xJmx*PTEyMjc1MTM*MTk5MzcmcHQ9MTIyNzUxMzQyMzcwMyZwPTE4MDMxJmQ9Jmc9MSZ*PSZvPWNmMTY5MjFkOGI5ZjQ4ZTU4OGNhZjFmZDI4ZmUwOTM4.gif" border="0" alt="" width="0" height="0" /></p>
<p>Well, I&#8217;m pretty sure you won&#8217;t believe why Guns N&#8217; Roses were an amazing band with definite artistic vision before watching this video. This song was arranged entirely by Axl Rose, co-founder of Guns N&#8217; Roses and the sole remaining member from the original lineup. The video itself uses the full version of the song. Though never specifically confirmed by the band, many of Guns N&#8217; Roses&#8217; fans considered <a href="http://www.songfacts.com/detail.php?id=2904">November Rain</a> a part of an unofficial trilogy respectively with <strong>Don&#8217;t Cry</strong>, and <strong>Estranged</strong> music videos.</p>
<p>You know, the songs that we love the best are the ones that we possible to find intimate meaning in. The song doesn&#8217;t require to recall an explicit memory to do this. A visual element can be a medium to magnify the meaning even more. <strong>November Rain</strong> is one such video example.</p>
<br/><a href="http://www.socialmarker.com/?link=http://dadaptree.com/song-of-the-month-part-2/&title=Song+of+the+Month+%28Part+2.%29&text=What+the+first+thing+do+you+remember+about+the+11th+month+of+a+year%3F+Some+say+Sweet+November%2C+a+romantic+drama+movie+starred+by+Keanu+Reeves+and+Charlize+Theron.&tags=guns+n%26%238217%3B%2C+november%2C+video%2C+n%26%238217%3B" target="_blank"><img src= "http://www.socialmarker.com/bookmark.gif" border="0" /></a><noscript><a href="http://www.socialmarker.com" >Social Bookmarking</a></noscript>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dadaptree.com/song-of-the-month-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Alhamdulillah, Dapat PR</title>
		<link>http://dadaptree.com/alhamdulillah-dapat-pr/</link>
		<comments>http://dadaptree.com/alhamdulillah-dapat-pr/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 05:46:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dadaptree</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Dear Friends]]></category>

		<category><![CDATA[Internet Marketing NOT in Detail]]></category>

		<category><![CDATA[Leaf of Life]]></category>

		<category><![CDATA[award]]></category>

		<category><![CDATA[belajar internet marketing]]></category>

		<category><![CDATA[nge-blog]]></category>

		<category><![CDATA[PageRank]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dadaptree.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[PageRank dari Google? Bukan, PR ini singkatan dari pekerjaan rumah. Kebetulan pula yang &#8216;ngasih pe-er tadi seorang guru SMP yang juga gemar nge-blog, namanya Emilia SP. Makasih ya, Bu Guru! Koq malah berterima kasih? Iya, soalnya blog-ku dapet ini lho dari beliau;

Tapi, konsekuensinya si penerima award mesti &#8216;ngerjain tugas berikut ini:
1. Put the logo on [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>PageRank</em> dari Google? Bukan, PR ini singkatan dari pekerjaan rumah. Kebetulan pula yang &#8216;ngasih <em>pe-er</em> tadi seorang guru SMP yang juga gemar nge-blog, namanya <a href="http://belajarmengajar.blogspot.com/" target="_blank">Emilia SP</a>. <em>Makasih</em> ya, Bu Guru! Koq malah berterima kasih? Iya, soalnya <a href="http://dadaptree.com" target="_blank">blog-ku</a> <em>dapet</em> ini lho dari beliau;</p>
<p><a href="http://upmin.co.cc/uploads/5816dd8a50c499ec062cc2c50dbb524a.png" target="_blank"><img src="http://upmin.co.cc/uploads/5816dd8a50c499ec062cc2c50dbb524a.png" alt="" width="228" height="73" /><span id="more-13"></span></a></p>
<p>Tapi, konsekuensinya si penerima <em>award</em> mesti &#8216;ngerjain tugas berikut ini:</p>
<blockquote><p><em>1. Put the logo on your blog.</em></p>
<p><em>2. Add a link to the person who awarded you.</em></p>
<p><em>3. Nominate at least 7 other blogs.</em></p>
<p><em>4. Add links to those blogs on yours.</em></p>
<p><em>5. Leave a message for your nominees on their blog.</em></p></blockquote>
<p><em>Ngga&#8217;</em> usah diterjemahin yah, <em>wong</em> cuma Bahasa Inggris standar &#8216;kan?</p>
<p>Nah, nama-nama di bawah ini yang beruntung mendapat PR juga dari aku:</p>
<ul>
<li><a href="http://inbetterlife.com" target="_blank">Bagus Y. Prayitno</a></li>
<li><a href="http://wulanshout.com" target="_blank">Damayani Sasantiwulan</a></li>
<li><a href="http://dianhermawan.com" target="_blank">Dian Hermawan</a></li>
<li><a href="http://soniavalentin.com" target="_blank">Sonia Valentin</a></li>
<li><a href="http://yudhiie.com" target="_blank">Muhammad Wahyudi</a></li>
<li><a href="http://mirnasakina.com" target="_blank">Mirna Sakina Prasaja</a></li>
<li><a href="http://miswans.com" target="_blank">Miswan Setiono</a></li>
</ul>
<p>Mereka adalah sebagian dari teman <a href="http://www.asianbrain.com/index.php?aff_code=227684&amp;pg=letter1" target="_blank">belajar internet marketing</a>. <em>Sebenernya</em> masih banyak sih <em>list</em>-nya, cuma setelah mengamati, menimbang, dan akhirnya mengucap <em>Bismillah</em> diputuskanlah 7 orang tersebut sebagai <em>nominee</em>-nya. Semoga dengan anugerah tadi teman-teman ini jadi lebih semangat berkarya.</p>
<br/><a href="http://www.socialmarker.com/?link=http://dadaptree.com/alhamdulillah-dapat-pr/&title=Alhamdulillah%2C+Dapat+PR&text=PageRank+dari+Google%3F+Bukan%2C+PR+ini+singkatan+dari+pekerjaan+rumah.+Kebetulan+pula+yang+%26%238216%3Bngasih+pe-er+tadi+seorang+guru+SMP+yang+juga+gemar+nge-blog%2C+namanya+Emilia+SP.+Makasih+ya%2C+Bu+Guru%21&tags=" target="_blank"><img src= "http://www.socialmarker.com/bookmark.gif" border="0" /></a><noscript><a href="http://www.socialmarker.com" >Social Bookmarking</a></noscript>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dadaptree.com/alhamdulillah-dapat-pr/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Song of the Month (Part 1.)</title>
		<link>http://dadaptree.com/song-of-the-month-part-1/</link>
		<comments>http://dadaptree.com/song-of-the-month-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 08:46:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dadaptree</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[The Musical Box]]></category>

		<category><![CDATA[Carpet Crawlers]]></category>

		<category><![CDATA[Genesis]]></category>

		<category><![CDATA[Lamb Lies Down on Broadway]]></category>

		<category><![CDATA[Song of the Month]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dadaptree.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[

This song is one of my several favorite compositions. Not only its melody, the lyrics often symbolize many things that likely Genesis&#8217; members only know.
Joseph Dixon, an expert in deciphering songs lyrics, had ever tried to clarify The Carpet Crawlers into clear and simple language. The view he took on this song was that it&#8217;s [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="visibility:visible;"><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="300" height="185" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="name" value="myflashfetish" /><param name="flashvars" value="mycolor=120D01&amp;mycolor2=584A2A&amp;mycolor3=5E566D&amp;autoplay=true&amp;rand=0&amp;f=4&amp;vol=96" /><param name="src" value="http://assets.myflashfetish.com/swf/mp3/mff-mixtape.swf?myid=12812831&amp;path=2008/09/12" /><param name="wmode" value="transparent" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="185" src="http://assets.myflashfetish.com/swf/mp3/mff-mixtape.swf?myid=12812831&amp;path=2008/09/12" wmode="transparent" flashvars="mycolor=120D01&amp;mycolor2=584A2A&amp;mycolor3=5E566D&amp;autoplay=true&amp;rand=0&amp;f=4&amp;vol=96" name="myflashfetish"></embed></object></p>
<p><img style="visibility:hidden;width:0px;height:0px;" src="http://counters.gigya.com/wildfire/IMP/CXNID=2000002.0NXC/bT*xJmx*PTEyMzQyOTc3MTE3OTYmcHQ9MTIzNDI5NzczODQ4NCZwPTE4MDMxJmQ9Jmc9MSZ*PSZvPWNmMTY5MjFkOGI5ZjQ4ZTU4OGNhZjFmZDI4ZmUwOTM4.gif" border="0" alt="" width="0" height="0" /><br />
This song is one of my several favorite compositions. Not only its melody, the lyrics often symbolize many things that likely Genesis&#8217; members only know.</p>
<p>Joseph Dixon, an expert in deciphering songs lyrics, had ever tried to clarify The Carpet Crawlers into clear and simple language. The view he took on this song was that it&#8217;s a metaphor for birth, and in the grander scheme of things, survival.</p>
<p>As quick references, Dixon always likes starting with the title of pieces to find hints. The Carpet Crawlers could suggest babies, and they grow up and start the birth process all over again.</p>
<blockquote><p>we&#8217;ve got to get in to get out</p></blockquote>
<p>referred to he believed.  It&#8217;s a metaphor about having to get into the womb, through intercourse, to have a baby come out. &#8220;We&#8221; was referring to humankind in a general sense.</p>
<p>Parts of the song also describes the process in which sperm gets to the egg in the beginning of the birth process, he wrote.</p>
<blockquote><p>The fleas cling to the golden fleece hoping they&#8217;ll find peace</p></blockquote>
<p>This could refer to how each individual sperm tries to cling onto and penetrate into the egg in order to survive and live on.</p>
<blockquote><p>The crawlers cover the floor, in the red ochre corridor</p></blockquote>
<p>The red ochre corridor could refer to the vaginal canal.</p>
<blockquote><p>Where the needle&#8217;s eye is winking, closing on the poor</p></blockquote>
<p>This could be referring to how not every sperm even makes it that far along in the process. The poor not making it.</p>
<blockquote><p>There&#8217;s only one direction in the faces that I see, and it&#8217;s upward to the</p>
<p>ceiling, where the chamber&#8217;s said to be</p></blockquote>
<p>Again, this is where every sperm is on its way to the egg to complete fertilization.</p>
<p>And toward the end of the song,</p>
<blockquote><p>The liquid has congealed, which has seeped out through the crack, and the</p>
<p>tickler takes his stickleback</p></blockquote>
<p>This is basically after the act of intercourse, he described.  A stickleback is a scaleless bony fish, which could refer to a penis.  The crack could be referring to the vagina and the liquid seeping out could be semen.</p>
<p>It&#8217;s more obvious, right? Well, let&#8217;s enjoy the song once more.</p>
<br/><a href="http://www.socialmarker.com/?link=http://dadaptree.com/song-of-the-month-part-1/&title=Song+of+the+Month+%28Part+1.%29&text=++This+song+is+one+of+my+several+favorite+compositions.+Not+only+its+melody%2C+the+lyrics+often+symbolize+many+things+that+likely+Genesis%26%238217%3B+members+only+know.&tags=could+refer%2C+the+song%2C+could" target="_blank"><img src= "http://www.socialmarker.com/bookmark.gif" border="0" /></a><noscript><a href="http://www.socialmarker.com" >Social Bookmarking</a></noscript>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dadaptree.com/song-of-the-month-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Google Merambah ke Peramban</title>
		<link>http://dadaptree.com/google-merambah-ke-peramban/</link>
		<comments>http://dadaptree.com/google-merambah-ke-peramban/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2008 16:51:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dadaptree</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Entangled]]></category>

		<category><![CDATA[browser]]></category>

		<category><![CDATA[Google Chrome]]></category>

		<category><![CDATA[perambah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dadaptree.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Tak puas hanya sebagai pemimpin pasar mesin pencari <em>(search engine)</em> Google kini menantang Mozilla Firefox secara frontal dengan melepas Chrome sebagai <em>browser</em> tandingan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak puas hanya sebagai pemimpin pasar mesin pencari <em>(search engine)</em> Google kini menantang Mozilla Firefox secara frontal dengan melepas Chrome sebagai <em>browser</em> tandingan tepat di hari aku berulang tahun. &#8216;Kado&#8217; buat aku? Ya ngga&#8217;-lah, ini kan kejutan buat pengguna internet pada umumnya yang kebetulan <em>aja</em> bersamaan waktunya dengan tanggal kelahiranku.</p>
<p>Apa yang menarik dari <em>browser</em> baru ini? Kesan pertama menggunakan Chrome adalah halaman depannya yang sangat minimalis. Dari hasil pencarian lewat google.co.id aku tahu beberapa pengamat telah melakukan tinjauan atas <strong>Google Chrome</strong>, di antaranya <a title="kecebongsoft" href="http://kecebongsoft.wordpress.com/2008/09/03/review-google-chrome/" target="_blank">kecebongsoft</a> dan <a title="triyan" href="http://triyan.web.id/google-chrome-review/" target="_blank">triyan</a>. Mereka membahasnya cukup lengkap, baik kelebihannya maupun kekurangannya. Makanya kalau aku juga ikut-ikutan meninjau dari aspek yang sama, artikel ini pasti ngga&#8217; ada apa-apanya.</p>
<p style="text-align: center;"><img style="border: 0pt none; margin: 0px; vertical-align: middle;" src="http://dadaptree.com/images/dadaptree-google-chrome-08.png" alt="dadaptree-googlechrome" width="515" height="384" /></p>
<p>Kita bahas yang lebih enteng aja ya. Secara teknis bila kita ingin menginstalasi Chrome <em>ngga&#8217;</em> terlalu sulit koq. Kita cukup mengunduh <em>(download)</em> dari <a title="Google" href="http://www.google.com/chrome" target="_blank">Google</a>, dan tinggal ikuti perintah-perintah selanjutnya. Yang bikin heran ternyata instalasi ini rupanya diatur secara otomatis menyesuaikan negara tempat mengunduh. Makanya, begitu si Chrome ini tampil di layar koq menunya udah pintar berbahasa Indonesia? Lucunya lagi, ada beberapa istilah yang kedengaran aneh seperti halnya &#8216;peramban&#8217; itu tadi yang ternyata setelah aku bandingkan dengan versi Inggrisnya adalah alihbahasa dari <em>browser</em>. Sebagai orang Jawa aku taunya <em>ramban</em> itu rumput pakan ternak seperti kambing, sapi atau kuda.</p>
<p>Bagi yang terbiasa menggunakan google.co.id mungkin kata tersebut <em>udah</em> <em>ngga&#8217;</em> asing. Lain halnya dengan aku yang lebih sering memakai google.com untuk melakukan penelusuran <em>(searching)</em>. Dari situ aku jadi <em>pengen tau</em> istilah-istilah tak umum apa lagi yang ada di Google versi Indonesia. Oh, ternyata ada &#8216;Tembolok&#8217; yang merupakan padanan dari <em>Cached</em>, sedangkan &#8216;Laman&#8217; terjemahan dari <em>Page</em>. Meski demikian, masih ada beberapa kata Bahasa Inggris seperti <em>bookmark</em> dan <em>default </em>yang tetap <em>ngga&#8217; </em>dialihbahasakan di Chrome versi Indonesia. Barangkali para penerjemah di Google Indonesia belum menemukan padanan yang pas untuk kata-kata tersebut.</p>
<p>Berhubung masih versi Beta dan dari sejumlah tinjauan menyebutkan adanya <em>bug</em>, peramban Chrome ini belum aku jadikan sebagai <em>default</em> untuk menggantikan Firefox. Omong-omong, tanpa sadar aku ternyata <em>udah</em> mengoleksi beberapa peramban, mulai dari IE (yang ini hampir <em>ngga&#8217;</em> pernah kupakai), Opera, Safari, sampai Flock-nya Mozilla. Ada yang belum <em>&#8216;nyobain</em> Chrome?</p>
<br/><a href="http://www.socialmarker.com/?link=http://dadaptree.com/google-merambah-ke-peramban/&title=Google+Merambah+ke+Peramban&text=Tak+puas+hanya+sebagai+pemimpin+pasar+mesin+pencari+%28search+engine%29+Google+kini+menantang+Mozilla+Firefox+secara+frontal+dengan+melepas+Chrome+sebagai+browser+tandingan+tepat+di+hari+aku+berulang...&tags=google%2C+chrome%2C+ngga%26%238217%3B" target="_blank"><img src= "http://www.socialmarker.com/bookmark.gif" border="0" /></a><noscript><a href="http://www.socialmarker.com" >Social Bookmarking</a></noscript>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dadaptree.com/google-merambah-ke-peramban/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Security, Sekuriti, atau Satpam?</title>
		<link>http://dadaptree.com/security-sekuriti-atau-satpam/</link>
		<comments>http://dadaptree.com/security-sekuriti-atau-satpam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 10:30:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dadaptree</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Just a Job to Do]]></category>

		<category><![CDATA[pendidikan dan pelatihan satpam]]></category>

		<category><![CDATA[satpam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dadaptree.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Masih banyak yang memandang sebelah mata profesi ini termasuk mungkin juga kalian. Mudah-mudahan setelah melihat dari sudut pandang lain, kita dapat menilai lebih jernih pekerjaan apapun yang ditekuni oleh setiap orang.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah menerbitkan tiga <em>posting</em>-an, berasa juga kalo <em>&#8216;nulis</em> artikel berbahasa Inggris ternyata gampang-gampang susah. Gampang kalau tinggal <em>copy-paste</em>, dan mulai berasa susah kalau mesti <em>rewriting</em> &#8230; apalagi bikin yang murni dari gagasan kepala sendiri. Maklumlah otak ini <em>mindset</em>-nya masih berbahasa Indonesia, dan kadang-kadang berbaur dengan Basa Jawa Ngalam-an. Makanya biar <em>ga&#8217;</em> mikir dua kali, <em>posting</em>-an kali ini dan mungkin juga di sebagian <em>posting</em>-an mendatang isinya pakai Bahasa Indonesia aja. Selain itu aku <em>kecian</em> juga ternyata ada pembaca yang habis mampir ke <a href="http://dadaptree.com">dadaptree [dot] com</a> mengeluh <em><a href="http://www.bloggerngalam.com/bahasa-walikan-dan-fanatisme-arema.php" target="_blank">kadit itreng</a></em> bahasanya mister Barack Obama ini.</p>
<p>Kembali ke judul artikel &#8230; nah, kalau yang ini <em>ga&#8217;</em> jauh-jauh dari kerjaanku sekarang. Perusahaan yang menggajiku bulanan ini bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan satuan pengamanan. Salah satu visinya adalah menjadikan satuan pengamanan sebagai pilihan profesional, bukan sebagai pilihan terakhir dalam mencari pekerjaan. Bener lho, ini serius! Profesi sebagai pengaman itu ada syarat <a href="http://www.bnsp.go.id/default.asp?go=cms&amp;m=3&amp;c=158" target="_blank">kompetensinya</a>, dan sebagai unsur pembantu kepolisian negara juga diberikan payung hukum.</p>
<p>Lalu, apa bedanya <em>security</em>, sekuriti, dan satpam? Yang sok ke-inggris-inggris-an sering menulisnya &#8217;security&#8217; dan lucunya dialihbahasakan begitu aja menjadi sekuriti. Padahal arti pertama dari &#8217;security&#8217; di kamus adalah keadaan aman alias bebas dari bahaya. Demikian juga di Kamus Umum Bahasa Indonesia, sekuriti dijelaskan lebih kurang sebagaimana terjemahan tersebut. Meskipun ada arti lain dari kata tersebut yaitu orang yang bertanggung jawab melindungi, kurang pas ya kita yang di Indonesia menyebut petugasnya sebagai &#8217;security&#8217; maupun sekuriti? Ya iya lah &#8230; <em>masa&#8217;</em> ya iya dong.</p>
<p align="center"><img style="margin: 5px; vertical-align: middle;" src="http://dadaptree.com/images/dadaptree-satpam.jpg" alt="copyright www.scu-training.com" width="500" height="444" /></p>
<p align="center"><em>Pemeriksaan kendaraan oleh satpam di area pertambangan.</em></p>
<p>Istilah satpam (akronim dari satuan pengamanan) sendiri diperkenalkan pada 1980 oleh Awaloedin Djamin, Kapolri pada waktu itu, sebagai sebutan baku untuk kelompok petugas pengaman di lingkungan kerja. Sayangnya, sampai sekarang masih ada instansi yang lebih suka memakai istilah sendiri seperti PKD (petugas keamanan dalam?), pamdal, atau kamdal. Untung aja <em>ga&#8217;</em> ada yang menyebut petugas pengamannya sebagai kadal.</p>
<p>Nah, sebagai satpam ternyata modalnya bukan tampang sangar atau badan gede aja. Sebagaimana halnya profesi-profesi lain, satpam juga mesti dibekali pendidikan khusus. Pada tahap pertama yang dibentuk adalah sikap mental kepribadian dan pembinaan fisik. Jadi, kalau ketemu satpam yang sikap mentalnya negatif atau kebugaran fisiknya payah, bisa jadi satpam tersebut cuma centeng yang dikasih seragam, dan mungkin ga&#8217; pernah ikut pendidikan.</p>
<p>Tahap kedua pendidikan berupa pemberian pengetahuan dan keterampilan teknis profesi yang mirip-mirip dengan kemampuan bintara polisi, tapi terbatas hanya boleh diaplikasikan di lingkungan kerja masing-masing satpam. Sedangkan tahap ketiga berbentuk pelatihan teknis dan pembekalan yang merupakan pembulatan dari seluruh tahap pendidikan. Dari literatur yang pernah aku baca, standar lamanya waktu untuk mendidik seorang satpam lebih kurang 4 minggu.</p>
<p>Alinea terakhir nih, <a href="http://scuconsulting.com" target="_blank">penyelenggara pendidikan satuan pengamanan</a> mesti lembaga khusus. Untuk pendidikan dasar dan madya hanya boleh diselenggarakan oleh lembaga pendidikan kepolisian negara, atau badan usaha jasa pengamananan yang punya ijin operasional pelatihan dari kepolisian negara. Omong-omong, perusahaan tempatku kerja punya juga ijin tersebut lho. Sekarang siapa yang mau dididik jadi satpam, hayo?</p>
<br/><a href="http://www.socialmarker.com/?link=http://dadaptree.com/security-sekuriti-atau-satpam/&title=%3Cem%3ESecurity%3C%2Fem%3E%2C+Sekuriti%2C+atau+Satpam%3F&text=Setelah+menerbitkan+tiga+posting-an%2C+berasa+juga+kalo+%26%238216%3Bnulis+artikel+berbahasa+Inggris+ternyata+gampang-gampang+susah.&tags=satuan+pengamanan%2C+satpam%2C+sebagai%2C+pendidikan" target="_blank"><img src= "http://www.socialmarker.com/bookmark.gif" border="0" /></a><noscript><a href="http://www.socialmarker.com" >Social Bookmarking</a></noscript>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dadaptree.com/security-sekuriti-atau-satpam/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
